19/01/2010
Sebagai wujud optimalisasi sarana wisata dan situs sejarah, Dinas PU Baubau telah menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung Gua Lakasa. Di antaranya tempat parkir, jalan masuk, dan lampu penerang hingga ke dasar gua.
Pengunjung yang ingin memanjakan diri dengan pesona stalagtit, stalagmit, kilauan kristal di dasar gua, serta segarnya air di kedalam ratusan meter itu, tak akan menemui banyak kendala lagi. Dari pintu masuk wajah Gua Lakasa telah menanati, berupa lahan parkir dilengkapi jalan masuk beberapa meter ke mulut gua.
Mulut gua pun tidak curam dan sulit untuk dilewati. Sebab sudah dibuatkan tangga masuk yang disesuaikan dengan kondisi alamnya. "Di dalam ini terdapat 30 lampu hingga dasar gua sebagai penerang," ungkap Kadis PU, Sunaryo Mulyo, saat berkunjung kemarin.
Lanjut Sunaryo, 30 lampu tersebut dihidupkan menggunakan genset. Saat ini proyek fasilitas pendukung gua Lakasa masih dalam tahap perawatan pihak Dinas PU selama 6 bulan. Selanjutnya untuk pengelolaannya akan diserahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Dia menghimbau kepada pengunjung untuk tidak merusak fasilitas dan ornamen yang dimiliki Gua Lakasa. Karena daya tarik gua terdapat pada ornamen berupa stalaktik, stalgmit, dan bebatuan pendukung lainnya. Amatan koran ini, beberapa patahan stalagtit berceceran. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, beberapa pengunjung datang diam-diam mengambilnya untuk dijadikan batu nisan.
Beberapa hal yang harus dilakukan pengunjung yakni tidak merusak, menjaga kebersihan dengan tidak membuang sisa makanan dan botol minuman, tidak boleh merokok di dalam gua, usahalan dalam keadaan fit. Dan yang paling utama tidak boleh berak (BAB, red) di dalam gua karena tidak terdapat WC.
Anggaran pembangunan fasilitas Gua Lakasa diambil dari APBD senilai Rp 214 juta lebih.(yhd/ard)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar