Jumat, 29 Januari 2010
Out Of Control
teman dari teman yang berkesan.,, punya banyak teman adalah hal yang biasa,,
tapi tidak biasa kalau punya teman yang punya daya nalar tinggi..,,hmmmm.. nalar apa yaa.????
Gokil,,stress.. urak-urakan.. ceplas-ceplos.. hal yang biasa..intinya positif.. tapi asyiikk euuyyy
walaupun baru kenal..ternyata tidak seperti yang dibayangkan.., bisa membaur itu intinya..
entah dari mana asalnya. dari golongan apa.. dari ,,, tidak ada keterikatan.. persamaan persepsi.,, enjoy.,lucu., guyon.. hahahahaha.. bisa senyum lebar..
satu titik kulminasi dari setiap pertemuan..'':: tak disangka dan tak diduga..
Senin, 25 Januari 2010
:: Page 100.a
Apapun yang kita kerjakan pasti mendapat balasan yang setimpal..
Ketika kita berusaha dengan keras dan sekuat tenaga maka rezekimu tidak akan diambil oran lain..
Amal-amalmu tidak mungkin dikerjakan orang lain. Jika kita merasa apa yang terjadi pada diri kita tidak adil.. :;; Cobalah lihat suatu masalah itu pada sudut pandang yang berbeda.::
Yakin dan Percaya Allah SWT punya rencana lain terhadap kita dan mungkin itu lebih indah dari saat sekarang.;;
Cobalah bersabar untuk sesuatu yang indah itu......
by.: sister_inthehouse
:: Page 100
entah itu hal baik atau hal buruk sekalipun.,,
yang penting berpikir secara rasional dan positif...:: lakukan hal terbaik untuk hidup sekarang, besok dan masa depan.,,
jangan mudah putus asa tetap tersenyum n tetap semangat..,,
TEMAN ...<< PACAR ..TEMAN ...<< PACAR
Bingung
Bagi saya, mencari teman itu susah
Bagi saya, mencari pacar itu juga tidak mudah
Bagi saya, ditinggal pacar itu menyakitkan
Bagi saya, ditinggal teman juga tidak kalah menyakitkan
Mana yang lebih baik?
Diabaikan teman karena dia lebih memilih menghabiskan waktu bersama pacarnya?
atau
Diabaikan pacar karena dia lebih memilih menghabiskan waktu bersama temannya?
Saya seringkali sedih jika teman saya pacaran terus
Mungkin juga teman saya sedih melihat saya pacaran terus
Seringkali, teman pergi karena dia mengutamakan pacar
Seringkali, pacar pergi karena mengutamakan teman
Tapi paling sakit, kalo pacar pergi sama teman.
TIPS MENGHADAPI SAHABAT YANG EGOIS
Tapi sebelumnya perlu disadari juga bahwa setiap orang memiliki sifat egois, saya sendiri pun mengakui bahwa saya adalah orang yang egois. Namun sifat egois itu kadarnya dari masing-masing individu berbeda-beda. Dan kalau sudah kelewatan, itu justru menjadi hal yang tidak diinginkan bagi teman, sahabat, atau siapapun yang menjalin hubungan dengan kita.
Bagi kamu yang punya teman tapi memiliki sifat egois yang menurut kamu sudah tidak wajar lagi, saya yakin jika kamu tidak berjiwa besar dan menerima apa adanya dari sifat egois yang dimilikinya, pasti kamu akan merasa tidak nyaman ketika bersamanya. Atau, bisa jadi kamu langsung menjaga jarak dengannya. Berbeda halnya jika kamu merasa bahwa dia adalah sahabat kamu, pastinya kamu akan berusaha untuk memberikan perubahan kepada teman kamu itu agar bisa mengurangi keegoisannya dan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. So, kalau kamu memang ingin melakukan hal tersebut, kamu bisa mencoba cara saya tentang bagaimana menghadapi teman yang memiliki sifat egois. So, check this :
Sabar
>> Pastinya disini kamu memang harus lebih sabar menghadapinya. Rasanya saya tidak perlu menjelaskan tentang ini, karena saya yakin kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kamu tidak sabar.
Menjadi cermin baginya
>> Maksudnya disini adalah, kamu berusaha untuk menjadi contoh bagi dirinya. Ketika kamu sering memenuhi permintaannya, sesekali cobalah kamu meminta kepadanya agar dia mau memenuhi permintaan kamu juga. Misalnya, “IRWAN, sudah dua hari kemarin kan saya selalu jemput kamu. Besok gantian, tolong kamu yang jemput saya ya..”. Intinya dalam permintaan kamu itu memberikan sebuah penegasan bahwa kamu berharap dia harus memenuhi permintaan kamu (gantian, kita yang egois. Hihi..)
Berikan kritik dan saran
>> Seperti orang bijak mengatakan, “Teman sejati adalah seseorang yang tidak selalu sejalan dengan kamu”. Ketika kamu merasa tindakannya adalah salah, maka kamu sebagai sahabat harus segera mengingatkannya. Maka dari itu, ketika kamu mendapatkan waktu yang tepat, berikan dia kritik dan saran bahwa ada sesuatu hal yang tidak kamu sukai dan juga tidak baik untuknya. Memang terkadang hal ini terasa susah, tapi bukankah kamu adalah sahabat sejati baginya? So, katakan walaupun itu pahit!
Berikan skak mat!
>> Kamu pasti tahu Skak mat? Itu adalah istilah yang digunakan dalam permainan catur, ketika menandakan bahwa sang raja sedang berada di ambang kematian. Jadi maksudnya disini adalah, ketika kamu telah berusaha melakukan segala hal untuk merubahnya tapi dia tidak juga berubah, berikan dia skak mat! (ini menurut saya lho..). Misalnya, “IRWAN, kamu adalah sahabat saya. Jadi tolong dengarkan saran saya! Kalau kamu nggak juga mau mendengarkan, saya bukan lagi sabahat bagimu!”. Memang disini kesannya kita yang terlihat egois, tapi itu bertujuan demi kebaikan dia, dan juga kebaikan kamu. Dengan ucapan seperti itu diharapkan dia dapat mengintrospeksi diri dan mengetahui bahwa selama ini dia telah membuat kamu menjadi korban keegoisannya.
by.:: Cunk Community
Rabu, 20 Januari 2010
Ciri-ciri sahabat yang baik..
-Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
-Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
-Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
-Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu
-Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
-Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
-Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menanyakan kesusahan kamu;
-Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
-Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu;
-Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu;
-Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentinga persahabatan;
-Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat;
-Dia mendorongmu mencapai kejayaan di dunia dan akhirat.
Sebagai remaja yang terlepas daripada pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Kerana kawan, kita bahagia tetapi kawan juga boleh menjahanamkan kita.
by. Cunk Community Kendari
Selasa, 19 Januari 2010
Gua Lakasa Berfasilitas Lengkap
19/01/2010
Sebagai wujud optimalisasi sarana wisata dan situs sejarah, Dinas PU Baubau telah menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung Gua Lakasa. Di antaranya tempat parkir, jalan masuk, dan lampu penerang hingga ke dasar gua.
Pengunjung yang ingin memanjakan diri dengan pesona stalagtit, stalagmit, kilauan kristal di dasar gua, serta segarnya air di kedalam ratusan meter itu, tak akan menemui banyak kendala lagi. Dari pintu masuk wajah Gua Lakasa telah menanati, berupa lahan parkir dilengkapi jalan masuk beberapa meter ke mulut gua.
Mulut gua pun tidak curam dan sulit untuk dilewati. Sebab sudah dibuatkan tangga masuk yang disesuaikan dengan kondisi alamnya. "Di dalam ini terdapat 30 lampu hingga dasar gua sebagai penerang," ungkap Kadis PU, Sunaryo Mulyo, saat berkunjung kemarin.
Lanjut Sunaryo, 30 lampu tersebut dihidupkan menggunakan genset. Saat ini proyek fasilitas pendukung gua Lakasa masih dalam tahap perawatan pihak Dinas PU selama 6 bulan. Selanjutnya untuk pengelolaannya akan diserahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Dia menghimbau kepada pengunjung untuk tidak merusak fasilitas dan ornamen yang dimiliki Gua Lakasa. Karena daya tarik gua terdapat pada ornamen berupa stalaktik, stalgmit, dan bebatuan pendukung lainnya. Amatan koran ini, beberapa patahan stalagtit berceceran. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, beberapa pengunjung datang diam-diam mengambilnya untuk dijadikan batu nisan.
Beberapa hal yang harus dilakukan pengunjung yakni tidak merusak, menjaga kebersihan dengan tidak membuang sisa makanan dan botol minuman, tidak boleh merokok di dalam gua, usahalan dalam keadaan fit. Dan yang paling utama tidak boleh berak (BAB, red) di dalam gua karena tidak terdapat WC.
Anggaran pembangunan fasilitas Gua Lakasa diambil dari APBD senilai Rp 214 juta lebih.(yhd/ard)
Avatar Jawara Ajang Golden Globe Ke-67

Sisi kemanusiaan yang manis dipadu dengan teknik penggarapan detail mengantarkan Avatar sebagai jawara ajang Golden Globe Ke-67. Film garapan James Cameron itu dinobatkan sebagai film terbaik untuk kategori drama pada perhelatan yang berlangsung di Hotel Beverly Hilton kemarin pagi WIB (Minggu malam waktu setempat). Kemenangan itu seolah menjadi sinyal bahwa kisah tentang invasi manusia ke planet Pandora tersebut bakal sukses dalam perebutan Oscar Maret mendatang.
"Itu adalah pekerjaan terbaik di dunia," tutur Cameron setelah Avatar disebut sebagai film terbaik seperti dilansir dari Reuters. "Yang kami lakukan adalah membuat dunia hiburan memiliki pemirsa global," tambahnya. Film komedi The Hangover meraih sukses serupa. Film tentang pesta bujang itu dianugerahi sebagai film komedi/musikal terbaik. Berbeda dengan Oscar, Globe memang membagi kategori menjadi dua, yakni drama dan komedi/musikal.
Sementara itu, kategori aktor drama terbaik disabet Jeff Bridges lewat film Crazy Heart. Tak banyak kejutan dalam acara tersebut. Aktris drama terbaik diraih Sandra Bullock lewat akting di The Blind Side. Keberhasilan itu sudah diperkirakan. Apalagi, dua hari sebelumnya, Bullock mendapatkan penghargaan yang sama dari Critic's Choice Award. Piala aktris terbaik kategori komedi/musikal diberikan kepada Meryl Streep atas peran dalam Julie & Julia.
Yang termasuk paling disorot adalah kesuksesan Mo'nique sebagai aktris pembantu terbaik. Akting sebagai ibu bernasib tragis dalam film Precious melambungkan namanya. Dia adalah debutan yang langsung mencuat sekaligus memenangi Globe. Kebahagiaan menjadi pemenang juga milik Robert Downey Jr. Memerankan Sherlock Holmes dengan jenaka, bintang Iron Man tersebut didapuk sebagai aktor terbaik komedi/musikal.
Namun, pemenang sesungguhnya malam itu adalah Avatar. Selain menjadi film drama terbaik, Avatar membuat Cameron dinobatkan sebagai sutradara terbaik. Itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi Cameron, yang selama sepuluh tahun terakhir hanya membuat dua film, yakni Titanic dan Avatar.
"Avatar membuat kita melihat bahwa segalanya terhubung. Semua umat manusia terikat satu sama lain, begitu juga manusia dengan bumi. Jika Anda harus pergi ke tempat lain yang berbeda 4,5 tahun cahaya, planet lain itu seperti keajaiban bagi kita di sini. Itulah kehebatan dunia sinema saat ini, itulah keajaiban," tutur Cameron.
Untuk membawa pulang piala tersebut, Cameron harus mengalahkan Clint Eastwood (Invictus), Jason Reitman (Up in the Air), Quentin Tarantino (Inglorious Basterds), serta Kathryn Bigelow (The Hurt Locker). Nama terakhir itu adalah mantan istri Cameron. Mereka menikah pada 1989. Rumah tangga mereka berakhir pada 1991.
Yang lebih membanggakan, Avatar tidak hanya sukses di festival, melainkan juga pada sisi finansial. Dikutip dari Associated Press, kini di seluruh dunia, Avatar telah mencatatkan diri menjadi nomor dua dalam daftar film terlaris sepanjang masa dengan perolehan USD 1,6 miliar (Rp 14,7 triliun). Kurang sedikit lagi, pendapatan Avatar bakal menumbangkan film terlaris sepanjang masa, yang rekornya selama 12 tahun ini dipegang Titanic dengan pendapatan USD 1,8 miliar (Rp 16 triliun). Hal tersebut bukan tidak mungkin terjadi mengingat Avatar masih diputar hingga kini.
Untuk pasaran domestik di AS dan Kanada, perolehan selama lima minggu berturut-turut memuncaki box office membuat Avatar punya kans besar untuk menumbangkan pemasukan Titanic dan Dark Knight. Saat ini rekor film berpendapatan domestik terbanyak dipegang Titanic dengan USD 600 juta (sekitar Rp 5,5 triliun) dan Dark Knight sebesar USD 553,3 juta (sekitar Rp 4,9 triliun). Avatar kini telah mencatatkan pendapatan domestik USD 500 juta (Rp 4,6 triliun). (ayi/iro)
by.Jawa Pos
Kecil Bikinnya, "Guedhe" Khasiatnya
Sudah mencoba berbagai pengobatan untuk diabetes atau alergi, tapi tak membuahkan hasil dan Anda mulai gerah dengan penyakit tersebut? Kalau begitu, cobalah pergi ke sebuah warung kecil yang menjual teh pahit. Penjual teh pahit paling banyak dijumpai di sekitar daerah Palmerah, Jakarta.
Teh pahit ini bukanlah sembarang teh. Ramuan ini berasal dari Tiongkok yang terdiri atas 10 tanaman obat. Cara membuatnya cukup mudah, yaitu dengan merebus ke-10 tanaman tersebut dengan air.
Salah satu penjual teh pahit, Indri (30), mengatakan setiap penjual teh memiliki ramuan yang agak berbeda. "Tergantung kegunaannya untuk apa. Kalau saya diabetes. Jadi ramuannya ada sambiloto, kumis kucing, kayu manis, mahkota dewa, sisanya rahasia," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu ( 21/2 ) malam.
Cara membuatnya cukup mudah. Cukup dengan mencampur seluruh 'bumbu' itu ke dalam air dan direbus. Setelah mendidih, sebaiknya jangan langsung diangkat dari perapian. Biarkan aromanya keluar dulu. "Kira-kira 15 menit dibiarkan dulu. Selain biar aroma keluar, ini juga bertujuan agar tehnya terasa lebih pahit," jelasnya.
Meski cara pembuatannya cukup sederhana, khasiat teh pahit ini dahsyat lho. Teh pahit dapat mengobati sejumlah penyakit, khusunya diabetes. "Bisa juga untuk capek-capek, masuk angin, alergi, gatal-gatal, darah kotor, melancarkan peredaran darah, memperlancar datang bulan, dada sesak karena merokok, susah tidur, menambah nafsu makan, dan menambah stamina," tutur Indri.
Bagi Anda yang ingin memulihkan atau menjaga stamina cukup meminumnya satu hingga dua kali seminggu. Namun, untuk penyakit diabetes banyak sedikitnya tergantung kadar gula pada darah. Semakin tinggi, lanjut Indri, makin seringlah minum teh pahit ini.
Bagusnya, khasiat teh pahit ini tidak ditentukan oleh banyaknya dosis yang diminum. "Sekuat yang minum saja. Soalnya ini kan pahit sekali, terkadang ada yang habis setengah gelas. Tidak apa-apa," kata dia.
Indri sendiri menjajakan ramuannya pada pukul 20.00-01.00 setiap harinya. Warga Kemanggisan, Jakarta, itu mulai berdagang teh pahit pada Maret 2004. Dia memperoleh resep obat ini dari sang ibu mertua.
Karena sedikitnya jumlah penjual teh pahit di Pulau Jawa, Indri memiliki langganan dari luar kota. Setiap dua minggu sekali, pelanggan Indri yang berasal dari Bogor datang untuk mengobati penyakit diabetesnya. Ibu satu anak itu juga memiliki pelanggan dari Tangerang dan Rangkas. Harga segelas teh pahit ini sangat murah, Rp 4.000 per gelas.
Kehebatan teh pahit ini telah dibuktikan oleh Untung (44), warga Rawa Belong, Jakarta. Pria berkulit hitam ini telah meminum teh pahit sejak 25 tahun lalu. Saat itu dia menderita kencing batu. Setelah rajin meminum teh ini, kristal penyumbat kandung kemihnya keluar dan dia terbebas dari rasa sakit saat buang air kecil. "Sekarang saya minum cuma untuk kebugaran. Malam seperti ini minum, bangun tidur besok badan jadi enak. Saya minum seminggu dua kali," ujarnya.
Namun, ibu hamil dan menyusui tidak diperbolehkan meminum ramuan ini. Sebab, bisa membuat janin berwarna kuning dan menyebabkan air susu pahit. "Kalau ada ibu-ibu beli, saya tanya dulu, sedang hamil atau menyusui tidak. Kalau iya, saya tolak. Saya bilang kalau jamu lain silakan, tapi kalau jamu saya jangan. Takutnya kenapa-kenapa," imbuh Indri.
by. Kompas.Com
Minggu, 22 Februari 2009 | 10:45 WIBSenin, 18 Januari 2010
Ketika Orang Tua Tidak Merestui Kisah Cinta Kita (adminx lg curhat neh... wkwkwkwkwk...) Untuk anggota Cunk Community Kendari
Dan mungkin yang paling sering terjadi adalah ketika orang tua tidak setuju atas hubungan cinta kita? Orang tua kita tidak mau menerima pilihan hati kita dan membenci orang yang jadi pacar kita.
Bila anda pernah mengalami seperti hal seperti ini, dimana hubungan cinta kita tidak mendapat restu dari orang tua, jangan kecil hati dulu dan jangan terburu-buru mengambil langkah yang bisa jadi, justru akan merugikan kehidupan kita.
Ketika orang tua tidak merestui hubungan kita, ada baiknya anda melakukan lagi cek dan rechek atas permasalahan yang sedang dihadapi, dan anda harus siap melihat dan menerima sisi baik maupun sisi buruk dari masalah ini.
Cek Motivasi Hubungan Cinta ini
Yang pertama kali harus kita lakukan adalah mengetahui dulu motivasi apa yang menyebabkan kita memilih dia menjadi pacar kita? Apa tujuan dari hubungan yang kita jalin. Apakah tujuan kita memilih dia itu hanya untuk sekedar gila-gilaan, biar lebih dipandang sebagai ce/co gaul, atau mungkin ada motivasi lain yang lebih tinggi, misal karena kita menginginkan dia jadi istri/suami kita? Dengan mengetahui motivasi sebenarnya dari sebuah hubungan, kita bakal lebih mengetahui apakah kita emang benar-benar cinta sama dia? atau justru cinta yang kita rasakan ini cuma sekedar perasaan kagum sesaat saja? Atau malah yang parah lagi bila kita memilih dia, cuma ingin teman-teman kita memandang kita hebat karena bisa mendapatkan dia, yang notabene ce/co idaman?
Nah, bila kita telah mengetahui apa sebenarnya motivasi dari hubungan cinta kita, dijamin kita bakal lebih mudah untuk menghadapi ketidaksetujuan dari orang tua kita.
Apakah ini Benar-Benar Cinta?
Sekali lagi, tanya pada diri kita sendiri, apakah yang kita rasakan ini adalah benar-benar cinta? Apakah emang kita benar-benar sayang sama dia? Saat kita jatuh cinta pada seseorang, kita akan selalu memandang semua hal itu mungkin dan bisa dilakukan. Dengan kekuatan cinta, kita bisa lebih bersemangat, apa yang tadinya terasa tidak mungkin menjadi mungkin.
Tapi ketika tiba-tiba orang tua tidak setuju dengan hubungan kita, maka akan dengan mudahnya kita menyalahkan mereka, dan menganggap mereka tidak mengerti dengan perasaan yang kita alami.
Apa Motivasi dari ketidaksetujuan Orang Tua
Langkah berikutnya adalah mengetahui apa motivasi dibalik ketidaksetujuan orang tua atas hubungan cinta kita. Cari tahu latar belakang dari kehidupan orang tua kita dan kemudian kita bandingkan dengan latar belakang dari pacar kita, karena biasanya perbedaan latar belakang seringkali menjadi penyebab utama dari ketidaksetujuan orang tua. Ada banyak alasan yang bisa menyebabkan orang tua tidak merestui hubungan kita, dan itu semua harus kita cari tahu apa motivasi dari alasan-alasan tersebut.
Jika Orang Tua Kita Ternyata Salah
Orang tua juga manusia, tidak selamanya mereka selalu benar. Bila ternyata ketidaksetujuan mereka lebih dilatar belakangi karena masalah racis (perbedaan suku, warna kulit dst), kelas sosial, atau bahkan perbedaan pekerjaan (misal dia kurang mapan dibandingkan dengan kita). Bila itu semua yang menjadi alasan, maka sudah selayaknya kita berjuang mempertahankan hubungan cinta kita dan tidak begitu saja menyerah dan setuju dengan ketidaksetujuan orang tua kita.
Orang tua mungkin merasa khawatir bila ternyata hubungan cinta kita justru akan membuat kita sengsara, atau membuat kita dikucilkan dari pergaulan masyarakat. Dan terkadang orang tua mempergunakan “aturan” atau “tata sosial” zaman dulu, yang terkadang kurang relevan dengan keadaan zaman sekarang.
Bila ternyata semua ini yang menjadi penyebab ketidaksetujuan orang tua kita, maka sudah sewajarnya kita bisa memberikan argumen yang tepat pada mereka untuk mempertahankan hubungan cinta kita. Bagaimanapun ketidaksetujuan yang disebabkan karena masalah rasis, kelas sosial sangat tidak bisa dibenarkan, meskipun itu semua datang dari orang tua kita sendiri.
Jika Orang Tua Kita Ternyata Benar
Tidak ada yang lebih mengenal kita, selain orang tua kita. Bahkan orang tua lebih tahu dan mengerti pada diri kita dibandingkan kita sendiri. Dan mungkin saja, karena kita sedang dibutakan oleh yang namanya cinta, hingga apa yang dilihat sebagai sisi buruk oleh orang tua kita justru kita tidak bisa menyadarinya. Yang kita lihat hanya sisi baik dan pandangan bahwa cinta itu selalu indah.
Kita harus ingat, orang tua sangat menyayangi kita dan mereka menginginkan supaya kita bisa bahagia dalam hidup ini. Jadi ketika mereka melihat sesuatu yang tidak beres dan merugikan, dalam hubungan cinta kita, tentu saja mereka bakal dengan tegas menolak dan tidak merestui hubungan kita.
Jika orang kita ternyata pernah mendengar bahkan tahu bahwa pacar kita tersebut punya perilaku yang buruk, dan mereka mengkhawatirkan kita bakal dilukai oleh pacar kita, tentu ada baiknya bila kita mencoba mendengarkan mereka, karena mungkin saja mereka ada benarnya.
Jika kita mulai berlaku liar, dan hidup kita mulai kacau, (misal kita mulai mempergunakan obat-obatan terlarang, minuman keras) karena pengaruh pacar kita, orang tua sudah pasti sangat tidak setuju dengan hubungan kita. Dan orang tua juga bakal tidak merestui, bila ternyata selama menjalin hubungan cinta, prestasi kuliah kita mulai menurun, atau kita mulai kehilangan sahabat dan teman kita. Sudah waktunya kita mendengarkan orang tua dan menghentikan hubungan cinta kita. Bagaimanapun, sebuah hubungan cinta yang terlalu banyak mengorbankan dan merugikan kehidupan pribadi kita, sudah merupakan sesuatu yang tidak menyehatkan bagi kelangsungan hidup kita.
Menemukan Jalan Keluar
Seperti dikatakan di awal tadi, cinta itu indah dan bisa membuat hidup lebih bersemangat dan lebih baik. Bila ternyata cinta yang kita jalani sekarang ini memang benar-benar membuat hidup kita lebih baik, lebih nyaman, dan pacar kita benar-benar sayang sama kita dan memberikan efek positif pada kehidupan kita, sudah sewajarnya kita mempertahankan hubungan cinta ini, meskipun orang tua tidak setuju.
Tapi ketika hubungan cinta dirasakan mulai “membahayakan” kehidupan pribadi kita, ada baiknya kita berpikir ulang, apakah perlu kita mempertahankan cinta ini? Perlu diingat baik-baik, kita tidak harus kehilangan hidup kita hanya karena kita jatuh cinta dan membina sebuah hubungan. Keluarga, teman dan kuliah atau sekolah kita, masih sangat penting bagi kehidupan kita. Membina sebuah hubungan cinta, tidak berarti bahwa kita mesti kehilangan itu semua. Bila kita mulai merasakan bahwa kita mulai kehilangan hidup kita, sudah waktunya kita berpikir untuk mengakhiri hubungan cinta ini.
Orang tua selalu mengharapkan yang terbaik buat kita, hadapilah ketidaksetujuan orang tua dengan kepala dingin dan sikap yang kooperatif. Boleh jadi mereka tidak suka dengan pacar kita, tapi suatu hari nanti mereka pasti akan bisa menerima hubungan cinta kita, bila kita mampu membuktikan bahwa apa yang kita lakukan bisa membuat kehidupan kita lebih baik dan lebih indah untuk dijalani.
Selamat Jatuh Cinta!
Avatar: The Legend of Aang Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Avatar: The Last Airbender)
Avatar: The Legend of Aang (bahasa Indonesia: Avatar, pengendali angin terakhir; dikenal sebagai Avatar: The Last Airbender di Amerika Serikat dan beberapa negara) adalah sebuah serial animasi televisi Amerika yang ditayangkan oleh jaringan televisi Nickelodeon. Mengambil tempat di dalam dunia seni beladiri dan sihir unsur-unsur alam dengan pengaruh Asia, ceritanya mengikuti petualangan demi petualangan dari penerus gelar Avatar bernama Aang dan teman-temannya dalam perjalanan mereka menyelamatkan dunia dari Negara Api yang keji. Serial ini dituliskan dalam bentuk serial buku, dengan setiap episodenya dianggap sebagai sebuah "bab" (chapter) dan setiap musimnya disebut sebagai "buku" (book). Di Indonesia, film ini ditayangkan oleh Global TV.
Daftar isi[sembunyikan] |
[sunting] Latar belakang
Avatar: The Legend of Aang mengambil tempat di sebuah dunia fantasi, tempat tinggal manusia, berbagai binatang fantastik, dan roh-roh. Peradaban manusia terbagi-bagi menjadi empat bangsa, Suku Air (Water Tribe), Kerajaan Bumi (Earth Kingdom), Pengembara Udara (Air Nomads), dan Negara Api (Fire Nation). Dalam setiap bangsa ada orang-orang yang dipanggil Bender (secara harfiah berarti "Pembengkok", namun dalam hal ini dianggap "Pengendali") yang memiliki kemampuan mengendalikan unsur alam sesuai bangsa mereka. Seni mengendalikan unsur alam ini merupakan perpaduan gaya seni beladiri dan sihir unsur alam.
Dalam setiap generasi, ada seseorang yang mampu mengendalikan setiap unsur, ialah yang dipanggil sebagai Avatar, roh dari planet yang menitis dalam bentuk manusia. Ketika seorang Avatar meninggal dunia, dia akan terlahir kembali di bangsa yang gilirannya selalu bergantian sesuai dengan siklus Avatar, yang seiring dengan musim: musim dingin untuk air, musim semi untuk tanah, musim panas untuk api, dan musim gugur untuk udara. Legenda mengatakan bahwa seorang Avatar harus mempelajari seni mengendalikan unsur sesuai dengan urutannya, dimulai dengan unsur asli bangsa sang Avatar, namun terkadang urutan ini bisa dilewat jika keadaan memaksa. Mempelajari pengendalian unsur yang berlawanan dengan unsur asli bangsa seseorang adalah hal yang teramat sulit karena perbedaan gaya seni beladiri dan doktrin-doktrinnya.
[sunting] Ikhtisar alur cerita
Seabad sebelum pembukaan cerita serial ini, Aang, seorang anak laki-laki pengendali angin berusia 12 tahun dari Kuil Udara Selatan milik kaum Pengembara Udara, diberitahu oleh para tetua bahwa ia adalah "Sang Avatar". Biasanya, seorang Avatar diberitahu jati dirinya sebagai seorang Avatar ketika ia beranjak 16 tahun, namun, para biksu takut akan perang yang terjadi diantara keempat bangsa akan segera terjadi dan dalam waktu singkat seorang Avatar akan diperlukan untuk menjaga keseimbangan dan kedamaian dunia. Hal ini membuat Aang sangat kebingungan dan tertekan. Singkat cerita, Aang kabur dari Kuil Udara Selatan, namun di tengah jalan ia bertemu dengan badai yang sangat besar dan ia bersama Appa (seekor banteng terbang raksasa miliknya) jatuh tenggelam ke dalam laut. Tetapi Aang segera membuat bola udara mengitari tubuhnya dan Appa sehingga ia tidak basah. Bola udara tersebut membekukan air di sekitarnya sehingga Aang dan Appa terkurung di dalam bongkahan es.
Dalam episode "The Boy in the Iceberg," dua remaja dari Suku Air Selatan yang bernama Katara – seorang pengendali air – dan kakaknya yang bernama Sokka, menemukan Aang dalam sebuah bongkahan es, kemudian mereka membebaskannya. Kemudian dari penjelasan mereka, Aang tahu bahwa selama ia menghilang, ketakutan para rahib akan terjadinya perang telah menjadi kenyataan. Bertahun-tahun selama ia kabur, Negara Api yang menjadi rumah para pengendali api, mengadakan perang menggempur tiga bangsa lainnya, yaitu Kerajaan Bumi, Suku Air, dan Pengembara Udara. Seluruh kuil udara dihancurkan, termasuk Pengembara Udara, semuanya dibantai supaya Avatar tidak bisa bereinkarnasi. Hal itu menyebabkan Aang menjadi pengendali udara terakhir di muka bumi. Merupakan kewajibannya untuk mempelajari pengendalian empat unsur, agar bisa mengalahkan Raja Api dan membawa kembali kedamaian dan keharmonisan di muka bumi. Untuk memikul tugas tersebut, Aang ditemani oleh Katara dan Sokka, bersama dengan dua hewan peliharaannya – Momo dan Appa – untuk mencari ahli pengendalian unsur-unsur dan belajar untuk menjadi seorang Avatar, dan pada saat yang sama mereka harus menghindari upaya penangkapan oleh pihak Negara Api.
[sunting] Pengaruh
[sunting] Pengaruh dari budaya
Serial Avatar banyak meminjam seni dan mitologi dari benua Asia untuk menciptakan sebuah dunia fiksi. Avatar juga mencampur filosofi, bahasa, agama, seni bela diri, pakaian, dan budaya dari negara-negara Asia seperti misalnya Cina, Jepang, Mongolia, Korea, India, dan Tibet. Penampilan Suku Air kelihatannya dipengaruhi oleh budaya Inuit. Secara terang-terangan dapat ditemukan pengaruh dari seni dan sejarah China, anime Jepang, Hinduisme, Taoisme, Buddhisme,[1] dan Yoga.[2] Staf produksi memperkerjakan konsultan budaya, Edwin Zane, untuk meninjau naskah cerita.
[sunting] Arti dari istilah Avatar
Istilah Avatar berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Avatāra, yang berarti "turun". Dalam mitologi Hindu, para dewa memanifestasikan dirinya dengan turun menjelma ke dunia untuk mengembalikan keseimbangan di muka bumi setelah mengalami zaman kejahatan, dan mereka disebut Sang Avatar. Aksara Cina yang muncul di atas kata "Avatar" pada pembukaan cerita berarti "Perantara Tuhan yang turun ke dunia fana".[3]
Ketika Aang masih kecil, ia tahu bahwa dirinya adalah seorang Avatar saat memilih empat mainan di antara ribuan mainan lainnya. Empat mainan tersebut adalah mainan yang sama dengan yang dipilih oleh para Avatar dari generasi sebelumnya ketika masih kecil, dan membuktikan bahwa Aang adalah reinkarnasi dari Avatar. Ini merupakan ujian yang sama dengan yang dilakukan oleh anak-anak Buddha di Tibet untuk menguji apakah ia merupakan reinkarnasi Tulku Lama. Menurut buku "Keajaiban dan Misteri di Tibet" karya Alexandra David-Néel, “beberapa benda seperti misalnya jimat, peralatan upacara, buku, cangkir teh,[4] dan lain-lain ditaruh bersama-sama, dan sang anak akan mengambil benda-benda, yang mana merupakan kepunyaan Tulku terdahulu, dan hal tersebut menunjukkan bahwa ia mengenali ingatannya pada kehidupannya yang terdahulu”[5]. Situs resmi Avatar mengatakan, the successor is expected to show signs of continuity with the previous Avatar, such as being born within a week of the death.
[sunting] Referensi
- ^ Interview With The Creators. NickSplat.com. Diakses pada 2 Desember 2006
- ^ Mark Lasswell. Article On Avatar: The Last Airbender. NY Times. Diakses pada 2 Desember 2006
- ^ KTChong. Calligraphy Writing In Avatar. Distant Horizon. Diakses pada 2 Desember 2006
- ^ “Each Tibetan owns a private bowl in which he alone drinks tea. The bowl may be the wooden one of the poor or the costly jade one with golden saucer and cover of the rich, or any of the intermediate kinds, but it is never lent to anyone to drink in.” (David-Neel 1971: 124)
- ^ David-Neel, Alexandra. Magic and Mystery in Tibet. New York: Dover Publications, Inc., 1971 (ISBN 0-486-22682-4)
Gempa & Tsunami Dahsyat Berpotensi Terjadi Lagi di Sumatera
Indonesia pernah mengalami gempa dan tsunami dahsyat di Aceh dan sekitarnya. Gempa dan tsunami serupa yang menewaskan banyak orang seperti peristiwa 26 Desember 2004 itu bisa terjadi lagi di Sumatera. Dan kota Padang yang baru diguncang gempa tahun lalu, sebagai garis bidiknya.
Demikian peringatan yang disampaikan tim ahli seismologi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (18/1/2010). Peringatan itu dituangkan dalam surat untuk jurnal Nature Geoscience.
Tim ini dipimpin oleh ilmuwan terkemuka John McCloskey, profesor di Institut Riset Sains Lingkungan Hidup di Universitas Ulster, Irlandia Utara. McCloskey terkenal sejak prediksi gempa Sumatera yang cukup akurat di tahun 2005.
Dikatakan tim itu, bahaya tersebut berasal dari dari penumpukan tekanan yang terus-menerus dalam dua abad terakhir di belahan parit Sunda (Sunda Trench), salah satu zona gempa paling mengerikan di dunia, yang berlangsung paralel ke pantai Sumatera bagian barat.
"Ancaman gempa penyebab tsunami yang dahsyat dengan skala kekuatan lebih dari 8,5 di tambalan Mentawai tidak berkurang.... Ada potensi timbulnya korban jiwa sebesar tsunami Samudera Hindia tahun 2004," demikian peringatan tersebut.
Tidak disebutkan kapan waktu kejadian tersebut. Namun dengan jelas diingatkan bahaya untuk Padang, kota dengan 850 ribu jiwa penduduk yang terletak di wilayah yang berisiko tersebut.
"Ancaman untuk peristiwa itu adalah jelas dan kebutuhan untuk aksi mendesak sangatlah tinggi," demikian peringatan para ahli seismologi tersebut.
Lebih dari 220 ribu orang tewas dalam bencana tsunami 26 Desember 2004 saat gempa berkekuatan 9,3 Skala Richter mengguncang parit Sunda bagian Utara.
Pada Maret 2005 lalu, McCloskey telah mengingatkan bahwa gempa yang terjadi pada 26 Desember 2004 tersebut telah menciptakan tekanan utama di bagian yang berdempetan dari kecacatan di sebelah Selatan. Dikatakannya, getaran di wilayah gempa dengan kekuatan 8,5 Skala Richter dengan kapasitas yang mampu menciptakan tsunami akan terjadi dan mengingatkan pemerintah setempat untuk bersiap-siap.
Prediksi McCloskey terbukti kebenarannya dalam dua minggu. Pada 28 Maret 2005, gempa dengan kekuatan 8,6 Skala Richter menerjang Pulau Simeulue dan menciptakan tsunami setinggi 3 meter.
Kini tim McCloskey mengingatkan pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah guna menyiapkan diri terhadap risiko gempa bumi berikutnya di Padang usai gempa dahsyat di Padang pada 30 September 2009.
"Penting sekali bahwa pemerintah Indonesia dengan bantuan komunitas internasional dan organisasi-organisasi nonpemerintah, memastikan bahwa mereka menuntaskan upaya bantuan dan pembangunan tahan gempa usai gempa bumi ini, dan bekerja sama dengan rakyat Padang untuk membantu mereka menyiapkan diri untuk gempa berikutnya," pungkas mereka.Katie Couric
CBS Evening News Anchor Katie Couric reflects on the three days she spent in Port-au-Prince, Haiti immediately following the earthquake there.
A few drops of water on acres and acres of parched land - that's how I woke up thinking of the massive relief effort that's been orchestrated to help the Haitian people.
I will never forget the three days I spent there following Tuesday's earthquake.
"The horror, the horror," as Kurtz said in "Heart of Darkness." The despair, the desperation, the lack of dignity for the dead.
We drove through the back roads one night, house after house destroyed in a neighborhood that had so little to begin with.
A heavy set woman, maybe in her twenties, in black underwear lying face down, was covered with a light coating of ash - surrounded by a half dozen other dead bodies - one arm reaching upwards to the heavens because rigor mortis had set in.
Some bodies I saw on the sidewalk were smaller, covered with sheets. I imagined who they might be: a toddler who was playing inside a house, a school boy who was doing his homework.
Then there were the tent cities: families just sitting, waiting under sheets, under a flatbed truck, and in an abandoned school bus.
Beautiful, beautiful babies staring blankly, perhaps because they had no strength to cry. And the people knocking on the window of our rented SUV asking for water that we didn't have.
I thought about what I would do if I thought I was literally dying of thirst. The lengths I might go to to get water and food for my family. The primal need to beg, the despair when your pleas are rebuffed or ignored. Meanwhile, having an injured child is terrifying enough - the feeling of helplessness so overwhelming.
Imagine not getting your critically injured child help? Not being able to get him or her to a hospital, and even if you did, having the hospital unable to help either because there aren't enough doctors or the medical supplies he or she needs are simply not there.
The Belgian doctors and nurses who came to Haiti within 24 hours are my new heroes, although I still wonder why a teenage boy was sitting in front of the iron gates with an IV and no one was letting him in.
An anesthesiologist from Belgium told me while they had painkillers and antibiotics, there were so many things they didn't have to help victims with crushed pelvises, broken bones, fractured arms and legs.
One man told me he had taken his friend to the tents and the doctors told him to bring her back in a day or two because they had no x-ray machines to determine what had happened. The very idea of moving her and bringing her back seemed overwhelming.
But the most harrowing moment of all was when I bent down to ask a thirteen year old boy his name. The flesh on his forehead had been scrapped away and his leg, the doctors told me, was broken. He reached up and grabbed my hand. "I have to pee," he said, in perfect English. He became more emphatic. "Please, I have to pee!" I told him, hold on...I think he was embarrassed at the thought of just peeing in his boxer shorts.
A woman, I'm not sure if she was a doctor or a nurse, told him she would bring him a bottle. The doctors began to work on his leg and he held my forearm tighter.
What is your name, I asked him. "Pierre Larousse" he answered.
Where is your family?
My father is morte, or dead, he told me.
Your mother, I asked as Sebastian, our driver, translated. "Morte," he said. Dead.
Then, it was as if the anguish and pain of an entire country took over his body. A powerful, piercing scream exploded from his slight physique. It seemed to fill the tent and to last forever.
"Why? Why," he wailed. He screamed Papa, but Sebastian told me he was screaming to God, not his dead father.
"Squeeze my hand," I told him, with the sudden feeling that this was my child.
He told me he was too weak to squeeze it hard. "Breathe, just breathe," I implored him, softly but firmly.
"Stop pulling," he yelled to the doctors who were resetting his leg. His screams became whimpers. He raised his body slightly and put his arm around my neck and brought me closer. I never wanted to leave him.
"Please, just get me a plaster cast," the anesthesiologist asked me. "Where? Where can I get a plaster cast," I asked. "I don't know, just get some, please," he responded.
They needed to move Pierre. I stroked his head before getting up. I wanted to take him home, take him to a hospital in New York, rescue him from this place and this life.
I wish we could rescue the whole country from this unspeakable tragedy and unimaginable poverty. Pierre's grandmother is here, someone told me. I looked at the tent, and there she was, a thin woman in a black and pink t-shirt, kneeling beside me where I had been. We gave her Sebastian's number. I pray she calls. I have to find Pierre. I have to help him in any way I can.