Rabu, 23 September 2009

Ku tunggu dirimu

Nian tak kunjung datang,,, kabar tak jelas dari dirimu.' kukerjakan lagi pekerjaan lama yang seharusnya sudah aku tinggalkan,, tetapi tidak bisa lepas,, Menunggu.. apakah penantian,, tidak jelas,"" seharusnya aku yang berinisiatif untuk membuka tautan yang menghubungkan antara jarak dan waktu.. seandainya.. lautan itu rata.. jarak itu dekat.. tidak perlu tunggu konfirmasi.. mungkin kugunakan kedua kaki untuk berjalan menembus gelapnya ketidakterbatasan.. Brownis spesial itu mungkin tak berarti bagimu..' rasa pertemanan dan persahabatan itu yang membuatku harus bangkit dari tempat berpijak.. tapi tak ku coba luangkan sedikit waktu untukmu."" pekerjaanku tak setumpuk gunung tapi pikirannku melayang kemana mana.. atau ku bukanlah siapa-siapa bagimu..
Sore ini jadi petir disiang bolong.> kuterima pesan yang membuat bingung diriku.. bodohnya diriku.. rasa bingung menjadi pertanyaanku.."" kenapa semua berubah menjadi bumerang.. pertanyaan dengan jawaban konyol menjadi senjataku.. kupasrahkan diri, kuterima semua dengan lapang dada.. walau hati ini terkadang menjadi tersayat.. Brownis itu masih kusimpan rapi didalam bejana yang tidak boleh disentuh dan dimakan oleh siapapun..saking begitu spesialnya....
dunia..oh..dunia.,, kucoba kepakan lagi sayapku yang patah.. mencari jejakmu tapi kau coba menghilang dari kenyataan,, tetap kutunggu dirimu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar