Sabtu, 24 April 2010

http://cuma-ingin-tahu.blogspot.com/2010/04/sungai-terpendek-di-dunia.html

http://cuma-ingin-tahu.blogspot.com/2010/04/sungai-terpendek-di-dunia.html

<<::10 cara mengetahui apakah kamu jatuh cinta pada seseorang

1. Kamu berbicara dengan dia sampai larut malam dan masih terus memikirkan dia ketika kamu akan pergi tidur

2. Kamu jalan sangat perlahan ketika kamu bersamanya

3. Kamu selalu merasa tidak nyaman ketika dia jauh

4. Kamu tersenyum ketika mendengar suaranya

6. Dia adalah segalanya dari apa yang kamu pikirkan

7. Kamu tersenyum setiap kamu melihatnya

8. Ada seseorang dalam pikiranmu ketika kamu membaca ini

9. Kamu terlalu sibuk memikirkan tentang orang tersebut sampai2 tidak menyadari kalo no.5 itu tidak ada

10. Setelah kamu cek kalo memang benar tidak ada, kamu tertawa perlahan sendiri

CoPast.:

PEMBAGIAN GROUP DI PIALA DUNIA 2010

MENURUT KALIAN SIAPA YANG LOLOS DI TIAP GROUP ??
MASUKIN PENDAPAT KALIAN YA DI DINDING ACARA BESERTA ALASANNYA... THANK'S BEFORE (^_^)

GROUP A
South Africa
Mexico
Uruguay
France

GROUP B
Argentina
Nigeria
Korea Republic
Greece

GROUP C
England
USA
Algeria
Slovenia

GROUP D
Germany
Australia
Serbia
Ghana

GROUP E
Netherlands
Denmark
Japan
Cameroon

GROUP F
Italy
Paraguay
New Zealand
Slovakia

GROUP G
Brazil
Korea DPR
Cote d’ ivoire
Portugal

GROUP H
Spain
Switzerland
Honduras
Chile


Demam Piala Dunia 2010.;;
Tq. to.;; IZIMAKI & Crew

>> 12 Tanda Lelaki Berkualitas

Tampang sih, mirip bintang film Superman Return, Brandon Routh. Pekerjaannya manajer sebuah perusahaan elite. Ehm, very tempting. So, apakah ia masuk kategori lelaki "berkualitas"? Nanti dulu. Coba tes kualitasnya dengan cara-cara mudah ini.

1. Punya Hewan Peliharaan

Coba lihat bagaimana reaksi Si Dia saat berhadapan dengan hewan peliharaannya. Jika Anda melihat isi dirinya yang sensitif, begitu perhatian dan lembut, artinya dia dapat mengasuh, menyayangi dan konsisten terhadap sesuatu dalam hidupnya. Dengan menyayangi hewan kesayangan atau tanaman peliharaannya, lelaki menunjukkan bahwa ia tidak egois dan bersedia membagi perhatian pada orang lain di samping dirinya sendiri.

Lelaki yang tidak memerhatikan hewan peliharaannya kemungkinan sulit membagi perhatian pada pacarnya. Sebaliknya, lelaki yang menghabiskan waktu dan perhatian pada hewan peliharaan atau kebunnya bisa dipastikan tidak alergi dengan komitmen.

2. Humoris

Anda pasti senang jika Si Dia melontarkan lelucon yang bisa membuat Anda tertawa. Bahkan, jika tak mendengar ceritanya yang lucu sehari saja, Anda bakalan kangen setengah mati.

Memang, banyak studi menunjukkan bahwa tertawa bersama bisa membantu pasangan terbebas dari ketegangan dan menjaga permasalahan tetap dalam perspektif. Coba bayangkan jika Anda memiliki pasangan yang bisa menertawakan diri sendiri atau dengan manis menggoda Anda saat sedang gelisah. Wah, rasanya sangat menentramkan.

3. Pendengar yang Baik

Tak banyak lelaki yang bersedia menjadi pendengar yang baik. Sifat egois lelaki membuat mereka cenderung mendengarkan kata-kata perempuan sambil lalu. Nah, jika Anda menemukan seorang lelaki yang memfokuskan mata dan perhatiannya pada saat Anda berbicara, setiap kata ia simak dengan seksama sehingga Anda tak perlu repot mengulang omongan, well, ini pertanda bagus.

4. Pembicara yang Baik

Lelaki pendiam awalnya memang seperti misteri yang mengundang rasa penasaran untuk mengenalnya lebih jauh. Namun, jangan tertipu dengan kesan pertama. Seringkali, lelaki pendiam berubah menjadi pribadi yang tidak bersahabat dan cenderung sulit nantinya. Susah membuka mulut, dan seolah tidak berminat untuk berbagi apa pun, adalah indikator bahwa kepribadiannya dingin dan kosong.

Padahal, kunci kehidupan bersama yang solid dan menyenangkan ada pada keinginan untuk berbagi gagasan dan pemikiran. Alangkah senangnya jika bisa membicarakan soal apa saja dengan pasangan. Misalnya, membicarakan artikel koran atau majalah, film bioskop, atau gosip tentang teman-teman. Rasanya Anda dan dia seperti tak pernah kehabisan bahan pembicaraan.

5. Curious Tentang Anda

Seringkali, saat kencan pertama kita tidak ingin ditanya-tanya tentang latar belakang atau apa persyaratan kita dalam mencari pacar. Padahal, sebenarnya Anda perlu sedikit membeberkan latar belakang atau kriteria apa yang Anda cari dari seorang lelaki. Dengan demikian, dia tahu pikiran dan gagasan Anda.

Rasanya menyenangkan jika saat berbicara dia menunjukkan perhatiannya, dengan mendengarkan dan juga mengajukan pertanyaan. Lebih menyenangkan lagi, ternyata ia ingat nama teman-teman dan bos Anda, serta hal-hal kecil yang Anda benci. Wah.

6. Tidak Terobsesi Teman

Setiap kali kencan, dia selalu mengajak Anda nonton atau makan malam beramai-ramai dengan 10 orang temannya. Sepertinya dia juga tak ingin kehilangan waktu bersama gengnya. Yang lebih menyebalkan, dia sangat tergantung pada keputusan teman-temannya dan rela membatalkan janji kencan demi berkumpul dengan mereka.

Itu artinya dia belum siap untuk menjalin hubungan yang serius. Memang, dengan punya banyak teman, ia terlihat banyak bergaul. Namun, lelaki "berkualitas" adalah yang bisa berpikir dan bersikap sendiri.

7. Punya Integritas

Setelah berkencan beberapa kali, ia mulai sering membatalkan janji di menit-menit terakhir. Ia juga jarang menelepon. Seolah ia punya kesibukan lain. Sebulan kemudian, ia mengaku belum siap untuk berhubungan serius. Eh besoknya, Anda melihatnya sedang berjalan mesra dengan perempuan lain. Ternyata, selama ini Anda mengencani lelaki tak jujur.

Nah, bagiamana mengetahui apakah dia lelaki jujur, bertanggungjawab, dan baik di awal hubungan? Anda bisa mencermatinya bukan hanya dari cara dia memperlakukan Anda. Contoh kecil, Anda juga bisa melihat dari cara ia berinteraksi dengan teman-teman, keluarga, bahkan pramusaji restoran. Jika sikapnya pada orang-orang tersebut sama baiknya terhadap Anda, dia juga bersikap adil, dan kata-katanya bisa dipegang, artinya ia memang punya integritas.

8. Track Record

Konon, sejarah komitmen seorang lelaki merupakan cerminan emosionalnya. Lelaki yang setia dan terikat pada satu perempuan untuk jangka waku cukup lama, menandakan ia memiliki jiwa yang stabil. Sebaliknya, jika ia telah 15 kali berganti pacar dan tidak ada satu pun yang tahan bersamanya lebih dari 3 bulan, itu artinya ia memiliki masalah dalam membina sebuah komitmen.

Parahnya, saat Anda bertanya mengapa ia putus dengan pacar-pacar itu, ia akan menjawab dengan mendiskreditkan mereka. "Aku putus dengan A karena dia cerewet banget. Kalau dengan B, karena dia terlalu sensitif. Sementara Si C, sangat menuntut. Si D tidak mandiri. Ke mana-mana harus diantar," dan lain sebagainya. Wah, lelaki seperti ini jelas punya masalah dalam menghargai perempuan. Hati-hati, Anda bisa menjadi giliran berikutnya dicaci maki.

9. Bisa Bilang Maaf

Suatu ketika Anda dan dia pasti akan bertengkar dan mendebatkan sesuatu. Dari cara ia berdebat, Anda bisa melihat kualitasnya. Jika Anda takut melihat kemarahannya atau dia "meledak" tanpa mau mendengar penjelasan Anda, atau dia memilih mengeraskan volume teve daripada mendengar suara Anda, tinggalkan saja!

Idealnya, lelaki berkualitas itu bisa mengungkapkan emosi tanpa harus bersikap kasar. Dia tak hanya bisa memahami sudut pandang Anda, tapi juga mampu berkata maaf atas kesalahannya atau memaafkan kesalahan Anda dengan mudah.

10. On Time

Saat berjanji menjemput, dia selalu bersedia datang lebih awal atau minimal tepat waktu. Kalau terlambat pun, ia akan meemberi tahu (meski telatnya hanya sekian detik). Nah, ini baru truly gentleman. Dengan catatan, tepat waktunya tidak hanya saat pendekatan saja ya.

11. Antusias

Mungkin dulu Anda tak suka olahraga ekstrim seperti terjun payung, naik gunung atau menyelam. Namun, melihat semangat adan antusiasme Si Dia, Anda tak bisa menolak ajakannya untuk mencoba olahraga itu. Biasanya, ketika bersama dengan seseorang yang bergairah pada sesuatu, Anda seakan terbawa larut di dalamnya. Kekuatan, energi dan getaran Si Dia akan membuat Anda merasa hidup ini berharga untuk dijalani.

12. Bikin Deg-Degan

Anda tentu takkan memilih sembarang lelaki untuk menjadi pasangan jika ia tak bisa membuat jantung Anda deg-degan ketika bertemu. Entah caranya memandang, aroma tubuhnya, atau cara dia melidungi Anda, setidaknya ada hal yang membuat Anda serasa mabuk kepayang.

Banyak peneliti mengatakan, daya tarik seksual sangat penting dalam memantapkan sebuah hubungan asmara. Jadi, jika tidak ada chemistry ini, maka kesebelas poin di atas takkan ada artinya.

Nah, berapa tanda yang ada pada pasangan Anda?









sumber: Erma Dwi Kusumastuti (Kompas.com)
CopaSt.: CUNK ( Community Untuk Nak Kreatif ) Kendari..

Minggu, 04 April 2010

"Bersahabat dengan Masalah" ----> (dalam sebuah percakapan)

sumber: http://www.lumbunghati.com/2010/02/berteman-dengan-masalah.html
(sumber :I-comers)

"If a problem doesn't kill you, it will make you stronger."

Seorang kawan mengeluh, "Pak, saya kok sering kena masalah ya?
Padahal saya ini sudah rajin berdoa, selalu positive thinking, tidak pernah bikin susah orang lain, suka menolong orang lain, jujur dalam bekerja, dan nggak neko-neko. Kenapa ya Pak? Apa masalah saya? Saya sudah bosan kena masalah terus."

"Wah, selamat ya," balas saya.

"Lho, bagaimana sih Bapak ini. Saya punya banyak masalah kok malah diberi selamat. Senang ya Pak kalau lihat orang susah?" kawan saya balik bertanya dan agak jengkel.

"Sabar...sabar. .. bukan begitu maksud saya. Jangan tersinggung dong," jawab saya cepat sambil berusaha menenangkan kawan saya ini.

Nah, apa yang saya tulis di artikel ini merupakan hasil
obrolan saya dan kawan saya.

Masalah. Setiap orang pasti punya masalah. Setiap hari kita pasti berhadapan dengan masalah. Kita berurusan dengan masalah. Kita mendapat masalah. Kita membuat masalah. Kita bahkan bisa jadi sumber masalah. Masalah terbesar adalah kalau kita tidak tahu bahwa masalah
kita adalah kita merasa tidak punya masalah.

Waktu Anda mengalami masalah, bagaimana reaksi Anda?

Apakah Anda marah? Jengkel? Sakit hati? Frustrasi? Takut?
Menyalahkan diri sendiri? Atau Anda cenderung untuk menyalahkan orang lain?

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa saya menggunakan
judul "Bersahabat Dengan Masalah". Apa nggak salah, nih? Kita kok diminta bersahabat dengan masalah?

Benar. "Masalah" sebenarnya adalah hal yang sangat positif. Mari kita bahas terlebih dahulu makna di balik kata "masalah". Masalah, yang dalam bahasa Inggris adalah "problem", ternyata mempunyai akar kata yang maknanya sangat berbeda dengan yang kita pahami selama ini.

Akar kata "problem" berasal dari bahasa Yunani, proballein, yang bila ditelusuri lebih jauh mengandung makna yang sangat positif. Pro berarti forward atau maju. Sedangkan ballein berarti to drive atau to throw. Jadi, problem berarti bergerak maju. Problem berarti kesempatan untuk maju dan berkembang.

Sewaktu pertama kali mengetahui bahwa akar kata problem, proballein, artinya bergerak maju, saya sempat terhenyak dengan perasaan kaget dan takjub. Sungguh luar biasa dan sungguh benar. Coba kita renungkan bersama. Masalah sebenarnya adalah suatu simtom yang
menunjukkan adanya suatu penyebab atau akar masalah. Justru dengan seringnya seseorang mendapat "masalah", bila orang ini cukup bijak dan jujur pada dirinya sendiri, ia akan berkembang dan bisa lebih maju.

Lha, kok bisa begini?

Pernahkah Anda, atau mungkin orang yang Anda kenal, mendapat atau mengalami masalah?

Jawabannya, "Sudah tentu pernah."

Pertanyaan saya selanjutnya, "Apakah masalah yang dialami Anda mirip dengan masalah sebelumnya?"

Jika kita mau bersikap jujur dan jeli dalam mengamati maka
seringkali masalah yang kita alami sifatnya "mengulang" masalah sebelumnya. Ada kemiripan atau kesamaan. Bentuk masalahnya bisa berbeda namun polanya sama.

Satu contoh. Ada seorang wanita yang putus dengan pacarnya. Ia marah, kecewa, sakit hati, dendam, dan bersumpah akan mencari pasangan yang jauh lebih baik. Namun kenyataannya? Ia mendapatkan pacar baru yang mempunyai karakter yang serupa dengan mantan pacarnya.

Ada lagi seorang pengusaha besar, kawan saya, berulang kali kena tipu. Sekali kena tipu jumlahnya nggak main-main. Bukan puluhan juta tapi ratusan juta. Dan ini terjadi berulang kali.

Seorang kawan yang lain seringkali ribut dengan istrinya hanya karena hal-hal sepele. Misalnya hanya karena si istri memencet pasta gigi tidak dari bawah, tetapi dari tengah, ia marah besar. Sebaliknya si istri walaupun telah diberitahu suaminya tetap mengulangi pola perilaku yang sama.

Masalah yang kita hadapi sebenarnya menunjukkan "level" kita. Siapa diri kita sebanding dengan masalah yang kita hadapi. Bukankah ada tertulis bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita untuk mengatasinya? Dan setiap masalah pasti ada jalan
keluarnya?

Masalah atau problem sebenarnya guru sejati yang seringkali kita abaikan. Kebanyakan orang mengalami masalah yang serupa atau berulang karena mereka tidak belajar dari masalah yang pernah mereka alami.

Ibarat anak sekolah bila kita tidak naik kelas, karena nilai ujian kita jelek, maka kita akan mengulang di level atau kelas yang sama. Tidak mungkin guru akan menaikkan kita ke kelas berikutnya. Mengapa?
Lha, soal ujian di level ini saja kita nggak lulus apalagi kalau
diberi soal ujian level di atasnya.

Kita harus mengulang, tidak naik kelas, dengan harapan kita akan belajar, meningkatkan diri, dan akhirnya mampu mengerjakan soal ujian dengan benar. Dengan demikian kita "lulus" ke kelas berikutnya.

Saat tidak naik kelas, bukannya belajar dari "masalah" ini, banyak yang malah membuat masalah baru dengan menjadi marah, frustrasi, dan menyalahkan guru atau sekolah. Anda pernah bertemu dengan orang seperti ini?

"Ah, itu kan anak sekolah. Memang harusnya begitu," ujar kawan saya.

Lho, kita ini kan juga anak sekolah. Kita sekolah di Sekolah
Kehidupan. Kehidupan adalah tempat kita belajar. Untuk maju kita harus menjadi pembelajar seumur hidup atau life long learner.

Ada yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Saya kurang setuju dengan pernyataan ini. Menurut saya pengalaman adalah guru terbaik bila itu pengalaman orang lain. Jadi, kita belajar dan mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan dengan menelaah
dan mempelajari pengalaman orang lain dan kita terapkan untuk kemajuan hidup kita. Lha, lebih baik mana, Anda kena tipu Rp 1 miliar atau Anda belajar dari pengalaman orang lain yang tertipu Rp 1 miliar dan Anda gunakan pengetahuan ini untuk melindungi diri Anda agar tidak mengalami masalah yang sama?

Pengalaman adalah guru yang terbaik bila kita dapat memetik pelajaran berharga dari apa yang kita alami. Kebanyakan orang mengalami "pengalaman" hanya sekadar mengalami. Mereka tidak memetik pelajaran atau manfaat apa pun dari pengalaman (baca: masalah) mereka.

OK. Sekarang sudah jelas bahwa kita bisa belajar dari masalah. Tapi bagaimana caranya?

Ada empat langkah mujarab untuk mengatasi setiap masalah dalam hidup:
1. Mengakui adanya masalah
2. Setiap masalah pasti ada sumber atau akar masalahnya
3. Bila akar masalah ditemukan maka masalah dapat dipecahkan
4. Jalan keluar untuk menyelesaikan masalah

Contoh konkritnya?

Mari kita analisis kasus yang dialami kawan saya. Itu lho, yang bolak-balik kena tipu ratusan juta rupiah.

Langkah pertama adalah mengakui atau menerima bahwa ia punya masalah. Ia harus berani mengakui dan memutuskan untuk mengubah hal ini. Masalahnya adalah ia berkali-kali kena tipu. Banyak orang yang bila mendapat masalah, hanya bisa berdoa, pasrah, nrimo, dan berkata
bahwa masalah mereka adalah bentuk cobaan dari Tuhan. Mereka meyakini bahwa masalah yang mereka alami, karena merupakan cobaan dari Tuhan, maka Tuhan-lah yang harus mengubah keadaan ini. Saya tidak setuju dengan pandangan ini. Bukankah ada tertulis bahwa Allah
tidak akan membantu mengubah nasib umat-Nya apabila umat-Nya tidak bersedia mengubah nasib mereka sendiri.

Langkah kedua adalah memahami bahwa masalah (simtom) yang ia alami pasti ada sumber atau akar masalah. Dan akar masalahnya bukan terletak di luar dirinya, misalnya ia tertipu karena kelihaian si penipu dalam meyakinkan dirinya sehingga mau meminjami uang, tapi akar masalahnya terletak di dalam dirinya.

Langkah ketiga, bila akar masalah yang ada di dalam dirinya berhasil ditemukan, maka ia dapat mengatasi masalahnya.

Langkah keempat adalah memilih solusi terbaik yang akan digunakan dalam mengatasi masalah. Setelah sukses melakukan empat langkah di atas maka ia dapat memetik hikmah dari apa yang ia alami.

Sekarang akan saya uraikan langkah demi langkah yang dilakukan kawan saya.

Langkah 1. Masalah: Saya tertipu ratusan juta berkali kali.

Langkah 2. Saya menyadari bahwa akar masalah terletak di dalam diri saya.

Langkah 3. Akar masalah saya adalah belief yang menyatakan bahwa saya adalah kasirnya Tuhan.

Langkah 4. Saya mengubah belief saya, dari kasirnya Tuhan menjadi Fund Manager uangnya Tuhan. Saya akan mengelola uang yang dipercayakan kepada saya dengan hati-hati karena saya harus mempertanggungjawab kan uang ini setiap akhir tahun buku.

Hikmah yang didapat dari masalah ini adalah bahwa apa yang ia alami dipengaruhi oleh belief-nya. Setiap belief mengakibatkan konsekuensi tertentu. Cara paling tepat untuk mengevaluasi apakah suatu belief bermanfaat atau justru merugikan diri kita bisa dilihat dari akibat
yang ditimbulkan oleh belief-belief itu terhadap hidup kita.

Selama seseorang masih tetap memegang belief yang sama maka ia akan mendapat hasil yang sama. Tidak mungkin terjadi seseorang mendapat hasil yang berbeda dengan belief yang sama. Einstein menjelaskan dengan sangat tepat saat ia berkata, "Insanity is doing the same
thing over and over but expecting different result."

___

tq. to Ummi Naharia Al'Aisyi' Ogawa

:: 10 kualitas diri yang disukai

1. KETULUSAN
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh smua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mncari-cari alsan atau memutarbalikkan fakta. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. KERENDAHAN HATI
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwa nya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi, semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang di atas nya merasa oke, dan membuat orang di bawah nya tidak merasa minder.

3. KESETIAAN
Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harga nya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji nya, mempunyai komitmen yang kuat, rela brkorban, dan tidak suka berkhianat.

4. BERSIKAP POSITIF
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sseuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukkan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. CERIA
Karena tidak semua orang dikaruniai tempramen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. BERTANGGUNG JAWAB
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Jika melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan jika dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia mnyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apa pun yang dialami dan dirasakannya.

7. PERCAYA DIRI
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukan yang terbaik.

8. KEBESARAN JIWA
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. EASY GOING
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit-ungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. EMPATI
Empati adalah sifat yang mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik, dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Tq..CoPs.: CUNK (Community Untuk Nak Kreatif)..

KETIKA HATI SUDAH MENJADI BATU?

Hati adalah sumber ilham dan pertimbangan, tempat lahirnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan sikap , ketenangan dan kebimbangan. Hati juga sumber kebahagiaan jika kita mampu membersihkannya namun sebaliknya ia merupakan sumber bencana jika kita gemar menodainya. Aktiviti yang dilakukan sering bermula daripada lurus atau bengkoknya hati. Abu Hurairah r.a. berkata, "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika raja itu baik, maka akan baik pula lah tentaranya.. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tentaranya".

Hati yang keras mempunyai tanda-tanda yang boleh dikenali, di antara yang terpenting adalah seperti berikut:

1. Malas melakukan ketaatan dan amal kebajikan

Terutama malas untuk melaksanakan ibadah, malah mungkin memandang ringan. Misalnya tidak serius dalam menunaikan solat, atau merasa berat dan enggan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Allah telah menyifatkan kaum munafikin dalam firman-Nya yang bermaksud, "Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan." (Surah At-Taubah, ayat 54)

2. Tidak merasa menghayati dengan ayat al-Quran

Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, hatinya tidak terpengaruh sama sekali, tidak mau khusyuk atau tunduk, dan juga lalai daripada membaca al-Quran serta mendengarkannya. Bahkan enggan dan berpaling daripadanya. Sedangkan Allah S.W.T memberi ingatan yang artinya, "Maka beri peringatanlah dengan al-Quran orang yang takut dengan ancaman Ku." (Surah Al-Qaf, ayat 45)

3. Berlebihan mencintai dunia dan melupakan akhirat

Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata-mata. Segala sesuatu ditimbang dari segi keperluan dunia. Cinta, benci dan hubungan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. akhir akhirnya jadilah dia seorang yang dengki, ego dan individulistik, bakhil serta tamak terhadap dunia.

4. Kurang mengagungkan Allah

Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman menjadi lemah, tidak marah ketika larangan Allah dilecehkan orang. Tidak mengamal yang makruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.

5. Tidak belajar dengan Ayat Kauniah

Tidak terpengaruh dengan peristiwa-peristiwa yang dapat memberi pengajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan seumpamanya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai perkara biasa, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat. "Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?" (Surah At-Taubah, ayat 126)

Tq. to. Ummi Naharia Al'Aisyi" Ogawa (FB)

SABAR-- "Pintu Menuju Cinta-Nya"

Sungguh inilah sifat penghias paling mulia yang dapat dimiliki seorang mukmin: Sabar, jika bisa dia ditimbang dengan gunung emas, maka perhiasan berupa kesabaran akan lebih indah dan cemerlang untuk dimiliki seorang muslim. Apalah arti manusia dengan berhiaskan permata dan sutera, jika berjalan dengan pongah sombong di atas bumi, niscaya dibenci manusia dan Robb yang menciptakan. Tapi perhatikan arti manusia berhiaskan sifat sabar, demi Allah, indah air wajahnya, menyenangkan semua yang memandang dan dijadikan panutan bagi semua makhluk, sekalipun hanya memiliki roti kering untuk makan setiap harinya. Terlebih dari cinta manusia kepadanya, maka Allah pun cinta kepada hamba yang sabar dan ikhlas, hendak apa kini dicari apabila cinta Allah telah melekat kapada seorang Hamba.

Inilah suri tauladan kita, Rasulullah SAW, yang sabar tatkala cobaan bertubi-tubi menghantam dirinya, padahal beliaulah cinta para manusia dan cinta Allah, hanya dengan mengangkat tangan ke langit dan meminta, tentulah diijabah doanya dengan serta merta. Bagaimana Rasulullah ditinggalkan orangtuanya semenjak dia kecil, masih butuh cinta dan kasih sayang, Ayahnya Abdullah, meninggal ketika beliau masih berada di perut Ibunya, Ibundanya Aminah meninggalkan beliau pada saat di masa-masa keterbutuhannya akan belaian kasih.
Bagaimana perasaan kita, apabila ditempatkan dalam posisi seperti itu?, kehancuran di hati seorang bocah yang kecil, hendak menangis, tapi kemana tiada ayah dan bunda. Kemudian dirawat Rasulullah SAW oleh Kakeknya Abdul Muthalib, tidak lama kemudian pun, meninggalkan dirinya, sehingga berganti-gantilah keluarga yang menjaga dirinya. Bayangkan secara psikologis, hantaman-hantaman kehilangan ini, jika bukan karena sabar, sudah tentulah hancur mental dan fisik tersebut.

Pun ketika Allah menjadikan beliau sebagai Rasulullah, utusan Allah, benturan-benturan cobaan semakin menjadi-jadi, tapi beliau hadapi dengan kesabaran, mengharap cinta sang Khalik, senantiasa ucapannya,"Sesungguhnya aku adalah Hamba Allah, dan sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan Hamba-Nya".
Tidak sedikit dari kalangan keluarganya menentang siar dakwah beliau, ada yang melempar dengan kotoran, ini utusan Allah, kepalanya dilempar kotoran Onta, demi melihat kejadian ini, menangis putri beliau. Perhatikan hinaan-hinaan orang-orang kafir Quraisy, menuduh dengan berbagai ucapan, seorang gila, seorang dukun, seorang pikun, ini Utusan Allah, manusia termulia dari awal sehingga akhir jaman, dipermainkan oleh kaumnya sendiri, sekalipun dirinya adalah keturunan bangsawan berkedudukan di mekah, tempat tinggalnya. Inilah Rasulullah SAW, sabar, tatkala manusia melempari, sedang beliau hanya ingin menyampaikan kebenaran, berita gembira dan peringatan, sehingga Malaikat menawarkan diri, untuk menghancurkan sampai rata dengan tanah semua penduduk kampung tersebut, apa jawab beliau,"Jangan lakukan, sesungguhnya mereka hanya belum mendapat petunjuk", Subhanallah, perhatikan Akhlak beliau, penerimaan beliau akan semua takdir Allah.

Inilah Nabiyullah Sulaiman, berdoa, meminta kekuasaan yang tidak akan dimiliki oleh manusia sebelum dan sesudah beliau, apa ucapan Rasulullah SAW,"Apalah hubunganku dengan dunia?..", inilah Nabiyullah Adam, yang diberikan semua kenikmatan di Surga, kecuali setitik larangan, tetapi akhirnya beliau jatuh kedalamnya, sedang Rasulullah meminta,"Jadikan sehari aku lapar, sehingga meminta kepada engkau ya Robb, jadikan aku sehari kenyang, sehingg dapat bersyukur kepadamu ya Robb..". Bayangkan cobaan, ketika Ibunda Aisyah Ummul Mukminin difitnah berzinah dengan Shafyan , hancur cinta yang telah dibina ini, keruh hati beliau yang lembut, sedang beliau utusan Allah yang mulia. Jika cobaan-cobaan beruntun ini ditimpakan kepada manusia ataupun kalangan Nabi sekalipun tentulah tidak kuat menahannya, tentunya sudah berteriak kalbu ini, meminta agar cobaan ini ditarik kembali, tapi apa ucapan Rasulullah SAW,"Sesungguhnya aku hanyalah Hamba Allah, tidak akan Allah menyia-nyiakan HambaNya".

Kesabaran, pintu menuju cinta Allah, penerimaan terhadap segala hiruk pikuk cobaan dunia, menjadikan manusia dengan sifat sabar menjadi sangat langka. Ada sekarang semua berlomba-lomba menggapai dunia, perhatikan Rasulullah, perhatikan tangisan Umar bin Khattab, tatkala melihat punggung Rasulullah yang berbekas karena tidur di alas yang keras, pada saat sepertiga dunia telah dibawah kekuasaan Islam. "Kenapa engkau menangis wahai Umar", tanya beliau, "Sungguh aku bersedih, tatkala Kaisar Romawi dan Raja Persia tidur di bantal mereka yang lembut, sedang engkau ya utusan Allah, aku dapatkan dengan keadaan yang sekarang", kata Umar,"ya Umar, tidakkah engkau rela, mereka mendapatkan dunia, sedangkan kita mendapat akhirat?, sungguh kita adalah yang lebih beruntung". Ini apa yang Rasulullah perbuat, ketika melihat negeri kita, Indonesia, berpendudukan muslim terbesar di dunia, tetapi perlombaan harta dan kekuasaan yang tidak habis-habisnya, namun demikian optimisme tetap ada, karena tetap ada sebagian kecil yang mengajak kepada yang amalan yang baik dan menentang kemungkaran, mungkin kesabaranlah pintu kemakmuran bangsa kita tercinta.

Semua yang wujud akan lenyap, semua kesedihan akan sirna, yang kekal hanyalah Allah. Semoga Allah menumbuhkan kesabaran kepada jiwa-jiwa ini, kepada hati-hati yang senantiasa gundah, sesungguhnya kita hanyalah Hamba Allah dan Allah tidak akan menyia-nyiakan HambaNya. Tidak perlu khawatir dengan perlakuan manusia dan penguasa, semua akan berakhir, luruh, lenyap..

"Dan Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan Sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu"(QS. Al Baqoroh ayat 45)

Thanks to :; Ummi Naharia Al'Aisyi' Ogawa